Jumat, 02 Maret 2012

MANUSIA DAN POTENSINYA


BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG



              Potensi manusia dewasa ini semakin banyak yang harus di gali. Di karenakan kemajuan teknologi sehingga berdampak juga kepada manusia itu sendiri. Dengan keadaan seperti ini manusia harus pintar-pintar mengatur dirinya sendiri agar tidak terjebak di lubang hitam.
Manusia dengan kelengkapan dari semua aspek yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, dapat melakukan pengembangan sesuatu dengan begitu cepat. Contohnya, perkembangan teknologi, teknologi adalah buatan manusia yang terus di kembangkan agar lebih memudahkan pekerjaan manusia itu sendiri. Dan itu mempunyai dampak positif dan negative.

Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu potensi akal ?
2. Apa itu potensi jasmani ?
3. Apa itu potensi rohani ?

C. TUJUAN
1. Mengetahui apa itu potensi akal
2. Mengetahui apa itu potensi jasmani
3. Mengetahui apa itu potensi rohani


BAB II
PEMBAHASAN


Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi akal (mind), jasmani (fisik), dan rohani (spiritual). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.
Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan. Potensi jasmani hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan.


1.  Potensi Akal
Manusia dikaruniai potensi akal dan pikirannya, agar manusia dapat membedakan mana yang menjadi suatu kewajibannya mana yang menjadi haknya, dan dapat mebedakan mana yang benar dan salah. Manusia diberikan potensi akal dan pikiran tidak lain dan bukan hanya untuk sebagai bantuan dalam mencapai tujuan didunia ini yakni sebagai seorang khalifah yang mengabdi kepada Allah SWT.  Mengapa Allah menginginkan manusia agar menjadi seorang khalifah yang utuh. Sebab dalam mencapai tujuan kita untuk mengabdi kepada Allah SWT serta mencapai ridha-Nya didalam kitab pedoman hidup kita (al-Qur’an) Allah memerintahkan kita untuk mempelajari ilmu yang telah ada dan mengembangkannya serta mengajarkan apa yang telah kita dapatkan kepada orang lain, agar ilmu yang telah kita dapatkan tidak sia-sia sehingga orang lain mendapatkan ilmu yang  telah kita dapatkan serta terus mengembangkannya hingga tidak terjadinya kesesatan diantara golongan manusia dan kita akan mendapatkan ridha-Nya karena telah menjadi khalifah yang dapat memimpin generasi berikutnya kedalam golongan orang-orang yang berilmu dan beriman. Insya Allah
Potensi akal kita sangatlah besar. Dengan akal kita dapat menciptakan teknologi seperti sekarang ini. Tetapi terkadang akal yang diberikan oleh Sang Pencipta tidak di gunakan dengan baik oleh manusia. Mereka lebih banyak terdorong oleh hawa nafsu. Ketika hawa nafsu sudah pekat mengotori akal kita. Maka, hanya menunggu waktu akan hancurnya peradaban manusia itu sendiri Begitu dahsyatnya potensi akan akal kita sehingga banyak ide-ide brilian yang tercipta. Dimana kadang malah mereka sendiri yang hancur.

2.  Potensi Jasmani
              Selain dikarunia potensi akal yang begitu berharga. Manusia dikarunia juga potensi Jasmani, keadaan fisik tubuh yang baik juga akan berpengaruh dalam menjalani segala cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah SWT dalam mencapai tujuan hidup ini. Oleh karena itu hendaknya kita mepergunakan jasmani kita dengan baik dan benar karena nantinya segala potensi yang telah diberikan oleh Allah SWT akan dipertanyakan di hari akhir nanti sebagai pertanggung jawabannya. Selain itu Allah SWT juga menciptakan manusia yang kondisi jasmaninya tidak sempurna, bukan Allah SWT tidak sayang. Disini lah Allah memberikan kita ujian dan cobaan yang begitu nyata. Apakah manusia jika diberikan kekurangan jasmani akan berpaling dari-Nya atau tetap dalam tujuan hidup-Nya. Allah SWT dalam memberi cobaan dan ujian seperti kekurangan jasmani pada manusia kit aharus meyakini bahwa setiap cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah tidak akan melebihi batas kemampuan manusia itu sendiri tapi kita juga tidak boleh menganggap mudah ujian dan cobaan yang diberikan. Kita harus tetap istiqomah dijalan-Nya, dan meyakini setiap yang diberikan-Nya hanyalah untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi sebagai manusia.
Antara orang – orang merdeka dan yang tereksploitasi, sesungguhnya memiliki bekal fisik yang sama. Kedua tangan, kaki, mata, telinga dan mulut. Indera-indera tersebut ibarat pasukan-pasukan hebat yang siap memenangkan pertempuran yang kita perintahkan.
Mengenai struktur tubuh manusia tidak ada bedanya antara orang yang satu dengan orang yang lain, jika dilihat dari struktur organ dan fungsinya, apa pun warna, bentuk dan penampilannya. Masing-masing mempunyai mata, hati, empedu serta anggota tubuh yang lain, setiap anggota tubuhnya terdiri atas sel-sel yang telah dijelaskan sebelumnya sehingga manusia perlu makan , bernafas, bergerak, tidur dan istirahat. Kenyataan bahwa tubuh manusia memerlukan benda tertentu adalah khasiat yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (al-hazah al-udhuwiyah). Kebutuhuan jasmani ini memerlukan pemenuhan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia perlu kondisi, benda dan aktifitas tertentu.
Kondisi yang diperlukan oleh tubuh manusia antara lain seperti tidur, istirahat dan suhu udara tertentu, sedangakan benda yang diperlukan antara lain seperti makanan, minuman dan udara (oksigen), sedangkan aktivitas yang dilakukan antara lain seperti makan, bernafas, buang hajat dan sebagainya. Inilah kebutuhan jasmani manusia. Kebutuhan ini adalah kebutuhan yang lahir karena pengaruh kerja struktur organ tubuh manusia. Makanan adalah benda yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan energi, karena zat tertentu yang terdapat dalam makanan tersebut memang sesuai untuk kebutuhan tubuh. Jika zat yang dibutuhkan oleh tubuh tersebut tidak terpenuhi, maka tubuh manusia akan mengalami gangguan atau kerusakan. Dari sinilah biasanya penyakit datang, Inilah gambaran mengenai kebutuhan jasmani.




3.  Potensi Rohani
Allah memberikan kita potensi rohani sejak kita lahir yang berupa ruh, yakni yang kita sebut juga sebagai hati nurani yang dapat kita rasakan dalam tubuh kita masing-masing. Allah memberikan potensi rohani kita sejak lahir dalam keadaan hati yang bersih. Oleh karena itu selayaknya kita sebagai manusia harus tetap menjaga kebersihan hati kita. Serta Allah SWT mengkaruniakan kita ruh dengan hati yang bersih agar kita dapat berfikir jernih dalam menentukan segala suatu hal di dunia ini, dan dapat berfikir baik benar serta memiliki rasa kemanusiaan atau belas kasih terhadap sesama (HablumMinanas) serta rasa keyakinan yang tinggi terhadap Tuhan kita Allah SWT (HablumMinAllah).
              Potensi rohani merupakan salah satu potensi yang secara tidak langsung mengandung “habluminallah” atau hubungan kita dengan sang pencipta, Allah.SWT. Potensi ini juga cukup berpengaruh dalam kehidupan manusia. Dikarenakan potensi ini tidak bisa di lihat dengan mata biasa tapi bisa kita rasakan. Banyak orang menyebut ini adalah “aura”. Aura merupakan bentuk dari innerbeauty hati yang hanya dapat di rasakan oleh hati. Kerohanian seperti yang saya jelaskan termasuk berhubungan dengan sang pencipta. Ini berarti potensi rohani dapat kita gali lebih dalam lewat agama yang kita anut. Semakin kita kuat atas dasar rohani kita maka kita akan lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang ada.
Dalam dunia islam, dzikir adalah salah satu cara agar rohani kita dapat tenang. Ketika kita pejamkan mata lalu mengucapkan dzikir dengan penuh konsentrasi maka dengan sendirinya kita akan merasa tenang . kita dapat merasakan bahwa kita sangat dekat dengan Allah.SWT. bahkan terkadang kita meneteskan air mata. Disini tidak hanya dalam sekejap kita merasakan itu. Kalau kita memahami apa yang terkandung dalam setiap bacaan dzikir, dengan sendirinya dapat menjadi sebuah perbuatan nyata. Maksudnya, apabila rohani kita benar-benar dekat dengan sang pencipta, prilaku dalam dunia sebenarnya akan menjadi positive. Walaupun kita juga tidak menyadari.
Itu hanya awal dari kekuatan atau potensi rohani kita. Selanjutnya terserah kita, dapatkah kita mempertahankan rohani yang tenang dan suci ini atau tidak. Dan semua kembali kedalam nalar atau akal kita. Allah.SWT menciptakan kaum khalifah atau manusia berbeda dengan binatang. Karena kita diciptakan lengkap dengan akal. Allah.SWT menciptakan akal pada manusia dengan tujuan agar manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

.



BAB III
PENUTUP




A. KESIMPULAN



           Dalam hal ini, ketiga potensi manusia yaitu akal, jasmani dan rohani sangatlah besar. Dimana ketika salah satu tidak sejalan maka akan ada ketimpangan atau bencana yang akan terjadi.
Sebagai contoh ketika kita membuat suatu alat berteknologi tinggi. Kita sangatlah membutuhkan ketiga potensi tersebut. Jasmani kita butuhkan untuk mengopersikan pembuatan alat tersebut tetapi apabila tidak ada rohani dan akal maka hanya alat yang tak akan pernah tercipta sesuai dengan yang di harapkan bahkan tidak pernah terwujud.
Ketika kita membuat alat hanya dengan rohani maka niscaya hanya kekuatan aura yang ada tetapi tidak pernah juga terjwujud.
Ketika kita membuat alat hanya dengan akal tanpa ada 2 faktor lainnya maka hanya keinginan dan angan-angan yang tercipta.
Maka dari itu, betapa dahsyatnya ketika kita menggali ketiga potensi kita. Dimana dunia akan damai dan tentram. Maha Besar Allah yang telah memberikan ketiga potensi kita ini.
Jadi ketiga potensi di atas saling membutuhkan satu sama lain seperti manusia yang tak bisa hidup tanpa orang lain, karena manusia adalah makhluk sosial bukan makhluk individu yang juga membutuhkan bantuan orang lain.




Daftar Pustaka



0 komentar: